Data Definition Language (DDL)

database_designData Definition Language (DDL) adalah sebuah bahasa yang memberikan fasilitas kepada DBA (Database Administrator) atau pengguna untuk menjelaskan dan menamakan entity, attribute, dan relationship yang dibutuhkan untuk aplikasi, bersama dengan integritas yang berhubungan dan batasan-batasan keamanan.

DDL digunakan untuk mendefinisikan basis data, tabel dan view.

CreateTable

Pernyataan create table digunakan untuk membuat tabel dengan mengidentifikasikan tipe data untuk tiap kolom.

DropTable

Pernyataan drop table digunakan untuk membuang atau menghapus tabel beserta semua data yang terkait didalamnya.

CreateIndex

Pernyataan create index digunakan untuk membuat index pada semua tabel.

DropIndex

Pernyataan drop table digunakan untuk membuang atau menghapus index yang telah dibuat sebelumnya.

Database Management System

Database Management System atau disingkat DBMS adalah perangkat lunak (software) dbmsyang berfungsi untuk mengelola database. Mulai dan membuat database itu sendiri, sampai dengan proses yang berlaku dalam database tersebut, baik berupa entry, edit, hapus, query terhadap data, membuat laporan dan lain sebagainya secara efektif dan efIsien.

Definisi DBMS menurut para ahli adalah :

DBMS merupakan software yang menghandel seluruh akses pada database untuk melayani kebutuhan user.  DBMS adalah software, hardware, firmware dan procedure-procedure yang memanage database. Firmware adalah software yang telah menjadi modul yang tertanam pada hardware (ROM).dan menurut  DBMS adalah manajemen yang efektif untuk mengorganisasi sumber daya data. Selanjutnya Connolly (2002:16) menyatakan bahwa DBMS adalah suatu sistem perangkat lunak yang bisa mendefinisikan, membuat, memelihara dan mengontrol akses ke basis data.

Jadi DBMS adalah semua peralatan komputer (Hardware + Software + Firmware). DBMS dilengkapi dengan bahasa yang berorientasi pada data (High Level Data Langauage) yang sering disebut juga sebagai bahasa generasi ke 4 (Fourth Generation Language).

Keuntungan Dari Adanya DBMS  Adalah :

Terdapat Kontrol Pengulangan Data

Pendekatan basis data mencoba untuk menghilangkan redundansi dengan mengintegrasikan file sehingga penggandaan data yang sama tidak disimpan. Tetapi, pendekatan basis data tidak menghilangkan redundansi sepenuhnya, tetapi mengendalikan jumlah redundansi basis data.

 Data Yang Konsisten

Dengan menghilangkan atau mengendalikan redundansi, kita mengurangi resiko terjadinya ketidakkonsistenan.

Penggunaan Data Bersama

Biasanya, file dimiliki oleh orang atau departemen yang menggunakannya. Padahal, basis data dimiliki oleh seluruh organisasi dan dapat digunakan bersama oleh pengguna yang berhak.

Meningkatkan Integritas Data

Integritas basis data mengacu pada validitas dan konsistensi data yang disimpan. Integritas biasanya menunjukkan batasan-batasan, yaitu aturan-aturan konsistensi yang tidak boleh dilanggar dalam basis data. Batasan-batasan dapat diterapkan pada data atau pada relasi antar data. Integrasi memungkinkan DBA untuk mendefinisikan, dan DBMS menerapkan batasan integitas

Meningkatkan Keamanan Data

Keamanan basis data adalah perlindungan basis data dari pengguna yang tidak berhak. Tanpa langkah-langkah pengamanan yang tepat, integrasi membuat data menjadi lebih rawan. Pengaksesan dari pengguna yang dibolehkan dapat dibatasi oleh operation type (retrieval, insert, update, delete).

Penerapan Standariasi

Integrasi memungkinkan DBA untuk mendefinisikan dan menerapkan standarisasi. Hal ini dapat mencakup standarisasi departemen, organisasi, nasional, atau internasional seperti format data untuk memfasilitasi pertukaran data antar sistem, konvensi penamaan, standarisasi dokumentasi, prosedur update, dan aturan pengaksesan.

 Penghematan

Menggabungkan seluruh data operasional organisasi ke dalam satu basis data, dan membuat serangkaian aplikasi yang bekerja pada satu sumber data ini, dapat menghemat biaya. Dalam kasus ini, anggaran yang biasanya dialokasikan tiap depatemen untuk mengembangkan dan merawat sistem berbasis file dapat digabungkan.

Peningkatan Pengaksesan Data dan Responsiveness

Sebagai hasil dari integrasi, data yang melewati batasan departemen dapat langsung diakses oleh pengguna. Banyak DBMS menyediakan fasilitas query atau pembuat laporan yang memungkinkan pengguna untuk menanyakan pertanyaan khusus dan untuk mendapatkan informasi secara cepat dari terminalnya, tanpa membutuhkan programmer untuk membuat program yang menghasilkan informasi dari basis data.

Meningkatkan Produktivitas.

DBMS menyediakan banyak fungsi-fungsi standar yang biasanya programmer harus tulis di aplikasi berbasis file. Perlengkapan dari fungsi-fungsi ini memungkinkan programmer untuk berkonsentrasi pada fungsi-fungsi khusus yang dibutuhkan oleh pengguna tanpa harus khawatir tentang detil implementasi. Hasilnya meningkatkan produktifitas programmer dan mengurangi waktu pengembangan (yang berhubungan dengan penghematan biaya).

Meningkatkan Pemeliharaan dengan Data Yang Bebas

DBMS memisahkan data dengan aplikasi, sehingga membuat aplikasi tidak harus terpengaruh oleh perubahan data.

Meningkatkan Konkurensi/Concurrency

Bila dua atau lebih pengguna dapat mengakses file yang sama secara bersamaan, kemungkinan pengaksesan tersebut akan saling mempengaruhi, mengakibatkan kehilangan informasi dan integritas. Banyak DBMS mengelola pengaksesan secara bersamaan pada basis data dan memastikan masalah di atas tidak terjadi.

Memperbaiki Backup dan Layanan Pemulihan

Banyak sistem berbasis file melakukan pengamanan data terhadap gangguan pada sistem atau program aplikasi oleh pengguna. Caranya adalah dengan membuat backup data. Sebaliknya, DBMS menyediakan fasilitas untuk meminimalisasi pemrosesan yang hilang akibat kegagalan.

 Kekurangan Dari Adanya DBMS (Connolly 2005:26) Adalah :

  1. Kompleksitas yang tinggi.
  2. Ukuran perangkat lunak yang besar.
  3. Ongkos DBMS untuk pengadaan, operasi, dan perawatan.
  4. Penambahan ongkos-ongkos perangkat keras untuk menjalankan DBMS.
  5. Kinerja yang rendah bila tidak mampu menggunakan dengan bagus.
  6. Dampak yang tinggi bila terdapat kegagalan.

 

Perangkat Lunak Jaringan Komputer

softwareSelain perangkat keras yang dibutuhkan dalam perencanaan sebuah jaringan komputer, maka tak lepas pula peranan dari perangkat lunak jaringan komputer, seperti :

  • Protokol

Protokol adalaha aturan-aturan yang mengatur komunikasi diantara beberapa didalam sebuah jaringan, aturan itu termasuk didalamnya petunjuk yang berlaku bagi cara-cara atau metode mengakses sebuah jaringan, topologi fisik, tipe-tipe kabel dan kecepatan transfer data. Menurut Ardiansyah (2003) protocol-protokol yang dikenal adalah sebagai berikut : Ethernet, Local Talk, Token Ring, FDDI dan ATM.
Fungsi protocol
Fragmentasi dan reassembly
Membagi informasi yang dikirim menjadi beberapa paket data pada saat isi pengirim mengirimkan informasi tadi dan setelah diterima maka sisi penerima akan menggabungkan lagi menjadi paket berita yang lengkap.
Encaptulation
Melengkapi berita yang dikirimkan dengan address, kode-kode koreksi dan lain-lain.
Connection control
Membangun hubungan komunikasi dan transmitter dan receiver, dimana dalam membangun hubungan ini termasuk dalam hal pengiriman data dan mengakhiri hubungan
Flow control
Mengatur perjalanan data dari transmitter ke receiver
Error control
Mengontrol terjadinya kesalahan yang terjadi pada waktu data dikirimkan
Transmission service
Memberi pelayanan komunikasi data khususnya yang berkaitan dengan prioritas dan keamanan serta perlindungan data

Database

Database terdiri dari dua penggalan kata yaitu data dan base, yang artinya berbasiskan databasepada data. Tetapi secara konseptual. database diartikan sebuah koleksi atau kumpulan data yang saling berhubungan (relation), disusun menurut aturan tertentu secara logis, sehingga menghasilkan informasi. Sebuah inforrnasi yang berdiri sendiri tidaklah dikatakan database.

Definisi basis data setiap para ahli dijelaskan sebagai berikut:

Definisi basis data menurut Connoly dan Begg (2002:14) “database is a shared collection of logically related data, and a description of this data, designed to meet the information needs of an organization”, ( basis data merupakan sekumpulan data maupun keterangan tentang data, yang secara logis saling berhubungan untuk digunakan bersama, dalam rangka memenuhi kebutuhan informasi dari suatu organisasi}.

Kenneth C. Laudon & Jane P. Louden (2010) menyatakan database adalah Sekumpulan data organisasi untuk melayani banyak aplikasi secara efisien dengan memusatkan data dan mengendalikan redundansi data.

Jadi database atau basis data adalah sebuah sekumpulan data yang memiliki hubungan secara logika dan ditata dan diatur dengan susunan tertentu dan disimpan dalam media penyimpanan komputer.

Komponen Sistem Informasi

Komponen sistem informasi  terdiri dari :

Component Input (Komponen masukan)

komponenInput merupakan data yang masuk ke dalam sistem informasi. Komponen ini perlu ada karna merupakan bahan dasar dalam pengolahan informasi. Sistem informasi tidak akan dapat menghasilkan informasi jika tidak mempunyai komponen input.

Component Output (Komponen keluaran)

Produk sistem informasi adalah output berupa yang berguna dari para pemakainya. Output merupakan komponen yang menghasilkan output, tetapi selalu menerima input dikatakan bahwa input yang diterima masuk kedalam lubang yang dalam.

Component Data Base (Komponen Baisi Data)

Basis data adalah kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.
Component Model (Komponen Model)apakah

Informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi berasal dari data yang diambil dari basis data yang diolah lewat suatu model – model tertentu.

Component Technology (Komponen Teknologi)

Komponen Teknologi merupakan komponen yang penting di sistem informasi. Tanpa adanya teknologi yang mendukung, maka sistem informasi tidak akan dapat menghasilkan informasi yang tepat waktunya.

Component Control (Komponen Kontrol)

Komponen control juga merupakan komponen yang penting dan harus ada di sistem informasi.

Karakteristik Sistem

Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat – sifat yang tertentu, yaitu sebagai berikut :

karakteristikKomponen sistem (System Components)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen – komponen sistem atau elemen – elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian – bagian dari sistem. Setiap sistem tidak perduli betapapun kecilnya, selalu mengandung komponen – komponen atau subsistem – subsistem.

Batas sistem

Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya.

Lingkungan luar sistem

Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkunan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energy dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara.

Penghubung sistem

Penghubung merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber – sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya. Keluaran (output) dari suatu subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem yang lainnya dangan melalui penghubung. Dengan penghubung atau subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lain membentuk satu kesatuan.

Masukan sistem

Masukan adalah energy yang dimasukan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energy yang dimasukan supaya sistem tersebut dapat beroprasi. Signal input adalah energy yang diproses untuk dapat dikeluarkan.

Keluaran sistem

Keluaran adalah hasil dari energy yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supra sistem.

Pengolah sistem

Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah atau sistem itu sendiri sebagai pengolahnya. Pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran.

Sasaran sistem

Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective). Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.

Sistem

sistemSistem merupakan suatu  yang dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Suatu sistem dapat terdiri dari sistem – sistem bagian (subsystems). Sebagai misal, komputer dapat terdiri dari subsistem perangkat keras dan subsistem perangkat lunak. Masing – masing subsistem dapat terdiri dari subsistem – subsistem yang lebih kecil lagi atau terdiri dari komponen – komponen. Subsistem perangkat keras (hardware) dapat terdiri dari alat masukan, alat pemroses, alat keluaran dan simpanan luar. Subsistem – subsistem saling berinteraksi dan saling berhubungan membentuk satu kesatuan sehingga tujuan atau sasaran sistem tersebut dapat tercapai. Interaksi dari subsistem – subsistem sedemikian rupa, sehingga dicapai suatu kesatuan yang terpadu atau terintegrasi (integrated). 

Jenis – jenis Audit

orangMenurut Kell dan Boynton audit dapat diklasifikasikan berdasarkan tujuan dilaksanakan audit. Berikut ini adalah jenis – jenis, yakni adalah sebagai berikut :
Audit laporan keuangan (Financial Statement Audit)

Audit laporan keuangan mencakup penghimpunan dan pengevaluasian bukti mengenai laporan keuangan suatu entitas dengan tujuan untuk memberikan pendapat apakah laporan keuangan telah disajikan  secara wajar sesuai kriteria
Audit Kepatuhan (Compliance Audit)

Audit Kepatuhan mencakup penghimpunan dan pengevaluasian bukti dengan tujuan untuk menentukan apakah kegiatan financial maupun operasi tertentu dari suatu entitas sesuai dengan kondisi – kondisi, aturan – aturan dan regulasi yang telah ditentukan.
Audit Operasional (Operational Audit)

Audit operasional meliputi penghimpunan dan mengevaluasian bukti mengenai kegiatan operasioanl organisasi dalam hubungannya dengan tujuan pencapaian efiseiensi, efektivitas, maupun kehematan operasioanal.

Audit sistem informasi

Information system auditing, audit sistem informasi merupakan proses pengumpulan dan pengevaluasian bukti (evidence) untuk menentukan apakah sistem informasi dapat auditmelindungi aset dan teknologi informasi yang ada telah memelihara integritas data sehingga keduanya dapat diarahkan pada pencapaian tujuan bisnis secara efektif dengan menggunakan sumber daya secara efektif dan efisien. Aktivitas audit sistem informasi perlu dilakukan untuk mengukur dan memastikan kesesuaian pengelolaan baik sistem maupun teknologi informasi dengan ketetapan dan standar yang berlaku pada suatu organisasi, sehingga perbaikan dapat dilakukan dengan lebih terarah dalam kerangka perbaikan berkelanjutan.

Tujuan Audit Sistem Informasi :

Tujuan dari audit sistem dan teknologi informasi adalah untuk mengetahui apakah pengelolaan sistem dan teknologi informasi telah:

  1. Asset safeguard, mampu melindungi aset sistem dan teknologi informasi.
  2. Data integrity, mampu menjamin integritas data.
  3. Effectivity, dalam pengelolaannya untuk mencapai tujuan bisnis organisasi telah berjalan secara efektif (benar, konsisten, dapat dipercaya dan tepat waktu).
  4. Efficiency, dalam pengelolaannya untuk mencapai tujuan bisnis organisasi telah menggunakan sumber daya organisasi secara efisien (optimal).

 

IP Addressing dan Subnetting

Internet Protocol Address

ipIP address atau alamat IP yang bahasa awamnya bisa disebut dengan kode pengenal komputer pada jaringan merupakan komponen vital pada internet, karena tanpa alamat IP seseorang tidak akan dapat  terhubung dengan internet. Setiap komputer yang terhubung dengan internet setidaknya harus memiliki satu buah alamat IP pada setiap perangkat yang terhubung ke internet dan alamat IP itu sendiri harus unik karena tidak boleh ada komputer/server/perangkat jaringan lainnya yang menggunakan alamat IP yang sama di internet.Alamat IP (IP v4) pada awalnya adalah sederetan bilangan biner sepanjang 32 bit yang di pakai  untuk mengidentifikasi host pada jaringan. Alamat IP ini di berika secara unik pada masing-masing komputer/host yang terhubung ke internet. prinsip kerjanya adalah packet-packet yang membawa data di muati alamat IP dari komputer pengirim data kepada alamat IP pada komputer yang akan di tuju, kemudian data tersebut dikirim ke jaringan. Packet-packet ini kemudian di kirim dari router ke router dengan berpedoman pada alamat IP tersebut menuju ke komputer yang dituju. Seluruh komputer/host yang tersambung ke internet, di bedakan hanya  berdasarkan alamt IP ini, oleh karena itu tidak boleh terjadi duplikasi pada alamat IP untuk setiap yang terhubung ke ke jaringan internet.Setelah IP v4 sukses penggunaanya oleh para pengguna internet, kemudian timbul suatu permasalahan baru dimana IP v4 hanya dapat menampung para pengguna internet sebanyak 4,3 milyar saja, sedangkan di perkirakan pada beberapa tahun menjelang era globalisasi para pengguna internet akan mengalami lonjakan yang cukup tajam yang akhirnya akan membuat para pengguna internet baru akan kehabisan alamat IPv4. berdasarkan hal itulah kemudian di rancang internet protocol baru yang di namakan IPnext generation pada (IPng) tahun 1996 yang penggunaanya secara bertahap akan menggeser penggunaan dari IPv4 yang telah sukses sebelumnya.IPng atau di sebut juga sebagai IPv6 sendiri adalah suatu protocol layer ketiga terbaru yang di ciptakan untuk menggantikan IPv4 atau yang submestsering di kenal sebagai IP. Alasan pertama dari penciptaan internet protocol version 6 (IPv6) ini adalah untuk mengoreksi masalah pengalamatan pada versi 4(IPv4). Karena kebutuhan akana alamat internet semakin banyak, maka IPv6 di ciptakan dengan tujuan untuk memberikan pengalamatan yang lebih banyak di bandingkan dengan IPv4, sehingga perubahan pada IPv6 masih berhubungan dengan pengalamatan IP sebelumnya.Konsep pengalamatan pada IPv6 memiliki persamaan paad IP v4, akan tetapi lebih di perluas dengan tujuan untuk menciptakan sistem pengalamatan yang bias mendukung perkembangan internet yang semakin pesat dan penggunaan aplikasi baru  di masa depan. Perubahan terbesar pada IPv6 adalah terdapat pada header, yaitu penungkatan jumlah alamat dari 32 bit(IPv4) menjadi 128bit(IPv6).